Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

April 01, 2011

Pentingnya Identitas

Banyak orang yang ingin sukses, tetapi hanya kepingin saja, dia malas berjuang menuju kesuksesannya. Apa penyebabnya? Salah satunya adalah masalah identitas. Identitas atau label sangat penting bagi manusia. Manusia yang memiliki label nakal biasanya akan cenderung nakal, manusia yang memiliki identitas pintar cenderung akan pintar, manusia yang memiliki identitas seksi maka cenderung menjaga tubuhnya agar tetap seksi.

Seorang psikolog pernah melakukan test IQ kepada sekelompok anak-anak di sekolah. Dari hasil test diperoleh bahwa anak-anak yang nilai raportnya bagus memang IQ nya cenderung tinggi. Akan tetapi, sang psikolog membalik hasil pengumumannya, yang IQ nya tinggi dibilang rendah, dan yang rendah dibilang tinggi. Ternyata pada semester berikutnya nilai anak-anak yang tinggi jadi menurun, sementara anak-anak yang rendah jadi naik.

Pengumuman tadi bisa dikatakan pemberian identitas kepada anak-anak tadi. Jadi ketika dinilai kamu bodoh (IQ mu rendah) maka anak tadi cenderung tidak sungguh-sungguh, sehingga nilainya jadi rendah betulan. Sedangkan anak-anak yang bodoh (IQ nya rendah) ketika dibilang kamu pandai (IQ mu tinggi) maka nilainya cenderung naik. Jadi hati-hati, identitas lebih penting daripada bakat.

Pada suatu cabang olahraga tertentu, ternyata diketahui bahwa para juara dunianya ternyata lahir pada bulan Januari, bebarapa di antaranya ada yang lahir di bulan Februari. Sedangkan yang lahir di bulan Desember ternyata tidak ada. Beberapa orang beranggapan bahwa zodiac sangatlah berpengaruh. Oh ya? Apakah Zodiac Capricorn berarti paling bagus? Ternyata tidak. Karena Capricorn yang lahir pada akhir Desember tidak demikian. Apa masalahnya? Ternyata adanya identitas.



Secara umum anak kecil prestasinya sangat dipengaruhi oleh usia. Beda beberapa bulan saja sangat berpengaruh terhadap prestasinya. Anak yang berusia 5 tahun dengan yang 4,5 tahun sangat berbeda kemampuannya. Yang 5 tahun kemampuannya lebih bagus dibanding yang 4,5 tahun. Kondisi orang dewasa sangat berbeda. Orang yang usianya 33 tahun dengan 35 tahun kemampuannya tidak jauh berbeda.

Ketika ada perlombaan olahraga untuk anak-anak ternyata ada pembatasan usia. Batas usia biasanya tanggal 31 Desember tahun sekian. Tentu saja anak tertua yang ikut lahirnya di bulan Januari. Karena dia tertua, maka kemungkinan dia juara menjadi lebih besar. Ketika dia juara, maka seumur hidup dia memperoleh identitas sebagai juara, dengan demikian dia sangat mudah untuk mencapai juara berikutnya.

Berbeda dengan anak yang lahir di bulan Desember, dia sudah berada pada kesempatan terakhir ketika usianya belum maksimal. Karena pada kesempatan terakhir dia tidak juara maka dia memperoleh identitas bahwa dirinya tidak berbakat. Identitas ini dibawanya seumur hidupnya. Jadi, hati-hatilah anda memberikan identitas kepada diri anda.

Saya sendiri memberanikan diri memberikan identitas bahwa saya adalah Abdul Malik Amrulloh, orang yang tangguh, sukses, sehat, serta melakukan sesuatu yang diridhoi Allah SWT dan memberikan inspirasi pada orang banyak. Identitas ini akan saya ulang-ulang supaya masuk ke otak bawah sadar saya.

Pertanyaannya adalah, sudahkah anda memberikan identitas pada diri anda?

March 01, 2011

Fakta Tentang Pramugari

pramugari
Ketika bepergian dengan pesawat (entah itu low cost, penerbangan domestik,internasional apa pun namanya) kamu akan bertemu perempuan berseragam dan menyambutmu dengan senyum..

Kamu tidak pernah tahu, mereka dilatih masuk hutan & berenang di laut untuk menolongmu dalam kondisi terburuk,

Kamu tidak pernah tahu, mereka membagikan makanan untuk kamu,setelah itu baru dia makan untuk dirinya..

Kamu tidak pernah tahu, untuk cabin crew yangg muslim, mereka lebih sering tayamum dari pada wudhu, mereka sholat dengan duduk. Di jump seatnya seolah baru sakit. Mrka sholat tak tentu waktu karena mereka berpindah-pindah sangat cepat. Mereka sholat tak tentu arah ka'bah. Inilah keterbatasanku dalam pencarian nafkahku. Bahkan antara aku & Sang Penciptaku...

Kamu tidak pernah tahu, saat pesawat panas karna AC error mereka juga kepanasan, bukan hanya kamu.. Jadi berhentilah menggerutu pada mereka...

kamu tidak pernah tahu, mereka hari ini sudah menjalani 6x flight yang delay dengan penumpang yang menggerutu dan tetap harus tersenyum. Senyumnyalah senjatanya...

Kamu tidak pernah tahu, macam-macam pnumpang yang naik di pesawat. Dari pejabat sampai tukang sol sepatu. Dari yangg diam, berisik sampai yangg jail sekalipun dia harus menegur dengan senyum & sopan...

Kamu tidak pernah tahu, berapa kali mereka digoda penumpang dalam sehari. Dari anak muda bau kencur sampai orang tua bau tanah. Dan mereka harus tetap berlaku ramah, menghindar dengan halus walau hasrat hati ingin melempar sepatu ke mukanya...

Kamu juga tidak tahu, mereka bisa mengatasi penyakit jantung, asma, dll, membantu persalinan, mengoperasikan emergency equipment, mengatasi teroris, menjinakkan bom, dll. Karena di pesawat cuma mereka yang bisa kalian andalkan, maka pelatihan extra diberikan pada mereka..

Kamu juga tidak tahu, mereka berdoa supaya semua lancar selama penerbangan, meraka juga bisa pulang dengan selamat...

Kadang kamu melihat mereka tersenyum sejak take-off sampai landing,
Dan kamu tidak tahu, jauh di dalam hatinya, mereka menangis rindu keluarga &
Memikirkan ayah bundanya yg smakin menua...

Kadang kamu melihat mereka dengan barang bermerek. Padahal mereka berbelanja karena berusaha melupakan segala rasa kangen untuk pulang ke rumah karena terhalang tugas..

Kadang kamu lihat mereka berjalan tergesa-gesa di pintu terminal. Yang kamu tidak tahu, mereka ingin harinya cepat berlalu, segera besok, dan hari selanjutnya, menjadikan sehari lebih dekat dengan cuti tahunan mereka. Ini melelahkan & menjemukan jauh dari keluarga...

Kadang kamu lihat mereka duduk di jump seat, ketika selesai service, mereka tidak juga memejamkan matanya. Kamu tidak tahu, mereka sangat mengantuk, sampai mereka bisa tidur tanpa harus memejamkan mata. Mereka menjalani flight pagi buta bahkan ayam pun belum berkokok. Atopun flight tengah malam barengan sama kuntilanak cari makan...

Kadang kamu protes karena tidak ada pilihan untuk makan siangmu. Kamu tidak pernah tahu, mereka pun ingin memenuhi keinginanmu, tapi mereka tidak mampu berbuat apa-apa. Karena tak semua ada di sini. Ini pesawat bukan hotel berbintang. Mereka front liner yang kena omelan kalian..

Kadang kamu minta mereka membawakan tentenganmu ke bagasi di atas tempat duduk. Kamu tidak tahu, mereka tidak diijinkan melakukanny. Di samping itu mereka cewek. Gimana kalau semua penumpang meminta hal yang sama? Maaf... Mereka pramugari bukan kuli.

Dan kamu tidak pernah tahu, mereka sangat berharap ada di posisi sepertimu. Bepergian dengan keluarga, Duduk di samping orang yang disayang. Duduk bersebelahan dengan kekasih untuk berangkat liburan. Naik pesawat untuk pulang mudik lebaran, natal dan sebagainya, karena mereka tak seberuntung kamu.

Ketika mereka melihat ke luar pesawat, mereka ingin apa yang terjadi di luar sana. Karena 70% waktunya di habiskan dalam burung besi itu.

Bukan hanya paras cantik ,smart & body bagus,salary tinggi. Breakfast di medan, lunch di Singapura, numpang pipis di Denpasar, dinner di Makassar dan tidur di Sydney. Ini tentang hati. Ini tentang social time yang terenggut. Ini tentang profesionalitas. Tersenyum atas nama profesionalitas. Mau tulus atau palsu bukan menu pokoknya.

vivanews

February 12, 2011

Bagian Tubuh Terpenting


Bagian Tubuh Kita
Sering kita tidak mensyukuri apa yang telah dianugerahkan Allah swt. kepada kita. Sering kita tidak menyadari btapa pentingnya bagian-bagian dalam tubuh kita. Dan ini merupakan kisah mengenai bagian tubuh manakah yang terpenting.

# # # # #

Di masa kecil dulu, ibu sering kali bertanya kepadaku tentang bagian tubuh yang terpenting bagi kita. Dan sepanjang waktu itupun aku selalu mencoba-coba menebak jawaban yang kupikir paling benar.

Ketika kecil, pertama-tama yang ku pikirkan itu adalah suara. Maka aku berkata kepada ibuku bahwa telingalah yang terpenting.

Ibuku berkata, "Bukan, sebab banyak orang yang tuli. Tapi tidak apa-apa. Ibu akan tanyakan kembali hal ini padamu."

Beberapa tahun kemudian, ia bertanya lagi padaku. Sejak terakhir ku pikirkan, saya mencoba mencari jawaban yang lebih benar. Maka,,, kali ini ku katakan pada ibuku, "Pastilah mata... Sebab penglihatan sangatlah penting bu..."

Ia menatapku dan mengatakan bahwa aku belajar dengan cepat. Tetapi jawabanku ternyata masih keliru, sebab banyak orang di dunia ini yang buta.

Bertahun-tahun kemudian aku terus-menerus belajar dan ibupun kembali menanyakan hal yang sama. Dan selalu,,, ia memberikan tanggapan yang sama, "Keliru nak... Tapi kau semakin bertambah pintar."



Sampai tibalah waktu...
Tahun lalu, kakekku meninggal. Kami semua sedih dan menangis. Bahkan ayahku pun menangis. Aku ingat peristiwa itu, karena baru kedua kalinya lah ku saksikan ayahku menangis.

Ibuku menatapku saat terakhir kami harus mengcapkan salam berpisah kepada kakekku. Ia lalu bertanya padaku, "Sudahkah kau tahu bagian tubuh terpenting itu anakku ???".

Aku sungguh kaget dia menanyakan hal tersebut saat itu. Tadinya aku berpikir ibu menanyakan hal itu selama ini cuma sebagai permainan antara kami berdua saja.

Tapi ia kelihatan bingung menatap wajahku dan berkata, "Pertanyaan ini sungguh-sungguh sangat penting nak... Ini menunjukkan bahwa kau betul-betul hidup dalam kehidupanmu. Untuk tiap jawaban yang kau berikan dulu, selalu ku katakan keliru dan ku jelaskan alasannya. Tapi, hari ini kau perlu memahami pelajaran penting ini..."

Ia menatapku dalam-dalam, tatapan seorang ibu. Ku lihat air matanya menetes, dan berkata, "Anakku,,, bagian tubuh terpenting adalah bahumu."

"Apakah karena dia menopang kepalaku, bu ???"

"Bukan,,, karena ia bisa menumpu kepala sahabat atau orang yang kita cintai pada satu titik , anakku... Aku hanya berharap kau cukup memiliki cinta dan sahabat yang akan menyediakan bahunya menjadi tumpuan pada saat kau menangis seperti saat ini, atau saat kau memerlukannya..."

January 19, 2011

Korupsi di Dadaku


Sumber gambar: http://matanews.com
Kelak di kemudian hari, “Garuda di Dadaku” tak hanya menjadi lagu wajib para supporter sepak bola kita, tapi menjadi lagu wajib para koruptor juga. Cukup diplesetkan menjadi “Korupsi di Dadaku”, jadilah lagu itu lagu kebanggaan para koruptor, untuk membangkitkan semangat korupsi di negeri ini. Barangkali fenomena ini tak kita kehendaki, namun kalau melihat dari tanda-tanda kehidupan bernegara di negeri ini agaknya hampir menjadi kenyataan. Siapa yang berani menyangkal kalau korupsi tak berhasil diberantas, yang ada malah makin menjadi-jadi.

Orang yang punya jabatan terendah sekalipun, berhasil dengan sukses untuk korupsi. Contoh nyata Gayus. Saya sebenarnya muak dan jengah kalau (lagi-lagi) Gayus yang dijadikan contoh panutan korupsi di negeri ini. Memang gak ada yang lain apa. Yang lain ada, tapi yang ketahuan cuma Gayus. Walau saya yakin Gayus tak bermain sendiri, dia pasti punya komplotan. Kalau tidak, bagaimana dia bisa ngembat uang rakyat sampai milyaran. Dan tak hanya Gayus yang korupsi yang lain juga banyak. Hampir semua sendi di negeri ini dirayapi korupsi.

Kita nyogok polisi di jalan raya biar tak ditilang pun bisa dikategorikan korupsi. Pegawai kelurahan yang memperlama urusan KTP pun bisa dikategorikan korupsi, apalagi kalau sampai minta uang. Begitu pula dengan para pegawai imigrasi yang mempercepat urusan paspor yang dikelola oleh para calo, termasuk korupsi. Bahkan, jam kerja yang seharusnya dipakai buat kerja tapi digunakan untuk ha-hal yang tak ada kaitannya dengan pekerjaan pun termasuk kategori korupsi. Sadar atau tidak, kita sendiri pun sudah melakukan korupsi, meski yang dikorupsi cuma waktu.

Banyak orang yang terjebak dengan pemahaman tentang tindakan korupsi. Orang selalu berprasangka kalau korupsi itu selalu identik dengan penyalahgunaan uang. Padahal penyalahgunaan waktu dan wewenang demi kepentingan pribadi pun termasuk korupsi. Korupsi itu kalau didefinisikan dapat disebut sebagai tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan pribadi, merugikan kepentingan umum. Kepentingan umum itu pun bisa macam-macam, bisa jadi kepentingan rakyat, bisa jadi juga kepentingan para keluarga kita dan teman-teman kantor kita. Secara harfiah, korupsi itu berarti busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik atau menyogok. Seorang sosiolog Malaysia Syed Hussein Alatas secara implisit menyebutkan tiga bentuk korupsi yaitu sogokan (bribery), pemerasan (extortion), dan nepotisme.



Jadi, semua produk turunan dari korupsi itu secara kolosal memang hidup di tengah-tengah kita. Bahkan, tanpa disadari, perbuatan korupsi atau penyalahgunaan wewenang yang kita miliki telah (pernah) kita lakukan. Intinya, hampir semua orang pernah korupsi, termasuk saya juga. Bukan apa-apa, tanpa sadar saya juga pernah pakai jam kerja untuk urusan pribadi, entah itu online pada jam kantor atau sekadar ngobrol dengan teman yang tak berkaitan dengan pekerjaan, termasuk menyusun tulisan ini juga, yang saya lakukan di sela-sela kesibukan jam kantor.

Meski banyak yang menyangkal kalau perbuatan-perbuatan itu tak bisa disamakan dengan korupsi, tapi saya merasa sudah melakukannya. Apalagi kalau sampai saya menggunakan fasilitas kantor untuk usaha pribadi dan demi mendapatkan keuntungan pribadi pula, seperti yang dilakukan oleh beberapa teman kerja saya. Tentu, saya makin merasa seperti bangsat. Untungnya belum sampai sejauh itu.

Adakalanya juga, korupsi itu tak dilakukan atas kehendak kita sendiri, atau lebih disebabkan karena orang lain. Seperti yang pernah dicurhatkan oleh tetangga saya. Dia pernah cerita kalau dia selalu merasa bersalah setiap kali melakukan pekerjaannya. Ditanya mengapa, dia menjelaskan, sebagai orang yang bertanggung jawab atas penyediaan dan pembelian barang kebutuhan kantornya, dia selalu ditekan oleh sang atasan untuk selalu me-mark-up setiap harga barang tersebut dalam setiap laporannya. Meski dia tak menikmati uang hasil mark-up tersebut, namun dia tetap merasa bersalah. Andai menolak, tentu dia akan kehilangan pekerjaan.

Kalau sudah begitu, korupsi memang ada di dadaku, (mungkin) juga ada di dadamu, siapa yang berani dan menjamin kalau seseorang itu bersih dari korupsi. Apakah kamu berani?

Korupsi di dadaku
Korupsi kebanggaanku
Ku yakin hari ini pasti menang...


Bangsat memang!

Sumber : http://lifestyle.kompasiana.com/

September 16, 2010

7 " Keajaiban Dunia "


Tembok Besar Cina, salah satu keajaiban dunia.
Suatu hari di sebuah kelas, sekelompok kelas geografi sedang mempelajari “Tujuh Kejaiban Dunia”. Pada awal pelajaran mereka disuruh untuk menuliskan tujuh keajaiban dunia yang mereka ketahui saat ini, walaupun ada beberapa tidak kesesuian, namun secara garis besar mereka menuliskan tujuh kejaiban dunia tersebut :

1. Piramida
2. Taj Mahal
3. Tembok Besar Cina
4. Kuil Ankor
5. Menara eiffel
6. Borobudur
7. Dll....

Ketika mengumpulkan daftar tujuh kejaiban dunia dari para siswa, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis kecil yang sangat pendiam, yang belum mengumpulkan tugasnya,lalu sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan tugasnya,

Gadis pendiam itu menjawab, “Yah sedikit, saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya”

Lalu sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki,dan mungkin kami bisa membantu memilihnya”

Gadis kecil itu ragu sejenak, kemudian membaca, saya fikir “7 Keajaiban Dunia” adalah :
1. Bisa melihat
2. Bisa mendengar
3. Bisa menyentuh
4. Bisa menyayangi
(Dia ragu sebentar,dan kemudian melanjutkan…)
5. Bisa merasakan
6. Bisa Tertawa
7. Dan bisa mencintai

Ruang kelas seketika sunyi, alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban”. Sementara kita lihat apa yang diberikan Tuhan kepada kita, kita lebih suka melihatnya sebagai hal yang “Biasa”, semoga pada hari ini kita dapat merenungkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan kita.

August 29, 2010

Mengalirlah Seperti Air

Ada sesuatu yang sangat menarik dari air.
Air selalu berubah, namun di lain pihak, air tetaplah air.
Air tetap sama... hanyalah air.
Air tetaplah air, namun air berubah mengikuti hal lain, mengikuti wadahnya.
Gayanya sangat alami dan berirama, lembut dan halus, namun selalu berubah.
Bentuknya tidak pernah tetap, namun volumenya selalu sama.
Semua itu terjadi dengan sendirinya.
Air adalah simbol kehidupan yang alami, langkah yang alami. Air bukanlah benda yang dapat dipegang, namun zat yang berubah mengikuti alam sekitar... sebuah irama yang
mengalir.


Seperti air, kita harus berubah secara alami mengikuti bentuk kehidupan, dan tidak bertentangan dengan alam kehidupan, tidak memaksa dan tidak menolak alam kehidupan. Ikutilah irama kehidupan, berjalan dengan batin dan keyakinan, dan ketenangan.

Kekakuan tidak akan membawa kemenangan. Ranting yang kaku dan keras akan lebih mudah patah dibanding ranting yang lembut dan halus mengikuti angin. Namun air yang lembut dapat melubangi batu yang terkeras. Artinya, kelembutan dapat mengalahkan kekerasan. Amati saja air dan menyatulah ke dalamnya. Pelajari dan jadilah air.

Bermeditasilah bersamanya, lepaskan segalanya, kenangan masa lalu, masalah sekarang dan pikiran akan masa depan. Hilangkan semua itu Tenang dan mengalirlah bersama air.

Bangunlah dari tidur panjangmu, lalu nikmati keajaiban yang ada, lihatlah bunga-bunga, pepohonan, nyanyian anakanak di jalan, udara yang segar dan air yang terus mengalir.

Ketika segalanya menjadi rumit, berpikirlah seperti air dan bergeraklah seperti air.
Kembalilah ke titik awal kehidupan... berjalan dengan lembut mengikuti alam hingga kita mencapai titik akhir dari misteri kehidupan kita, yaitu kematian.... Dan sepanjang itu, jadilah air.

"Air. Jadilah air. Mengalirlah...."

June 28, 2010

42 Fakta Tentang Ayah


You and Your Father
1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.



4. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

5. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

6. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

7. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskanya.

8. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

9. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

10. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup

11. Ayah benar-benar senang membantu seseorang...tapi ia sukar meminta bantuan.

12. Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan" ^_~

13. Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

14. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

15. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu

16. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya

17. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

18. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

19. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

20. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

22. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.....
23. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara...

24. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....

25. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....

26. Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu" Ketika ia ingin berkata ,,tidak"

27. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

28. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.

29. Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"

30. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya....

31. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....

32. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

33. Ayah tidak suka meneteskan air mata .... ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

34. ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...

35. tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

36. Ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

37. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,, jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan
cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

38. Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa
melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

39. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu....

40. Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya padamu...

41. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....

42. Dan terpenting adalah... Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

June 22, 2010

Kisah Seorang Gadis Desa

Arus urbanisasi yang kemudian meluas dalam globalisasi mengucurkan air liur para gadis desa. Melihat teman-teman sebaya yang mudik dengan kulit bersih bebas daki plus dandanan seksi aneka rupa benar-benar bikin hati mulai tergiur. Terbersitlah dengus di dada seorang gadis, “Aku mau seperti mereka!” Tekad baja untuk segera meninggalkan kampung halaman mencuat sedemikian kuat.

Untung pun dapat diraihnya. Hidup baru di tempat baru menggelinding cepat. Dengan sedikit polesan saja, tampang, body, dan gemulainya bikin berkedut mata yang memandang.

Tak butuh waktu lama, dompetnya sudah penuh barang baru: kartu tabungan. Dunia terasa indah dirasa. Matanya nanar dalam kesukaan. Sesekali setumpuk uang dikirim untuk ibunya yang sedirian di desa.

Di tengah terang benderang di siang bolong, tiba-tiba petir menyisir hati menjadi getir. Tak tahu mengapa, perasaan itu menusuk sampai di ulu hati. Meski sekian banyak pencapaian dinikmati, tetapi sanubari tak mati. Ada residu yang mengguratkan jeritan untuk menghentikan keadaan bobrok yang bertahun-tahun dialami. Kehidupan baru sebagai seorang pelacur tak menandaskan kebahagiaan sempurna.

Lelehan air mata mulai membual dari sumbernya. Ia sedih, menangis, dan menyesal. Martabatnya serempak menggeliat serasa diinjak-injak. Meski bau harum alami ramuan kraton mengoles kulitnya yang semakin halus mulus, ia tetap merasa terhina. Dalam gumpalan uang yang berserak-serak, batinnya tersiksa. Ia terkulai, lemas, dan kaku.
Di ujung kepedihan mendalam, ia mantap untuk pulang. Setelah kerja malam, ia melangkah kembali ke desanya.

Dahulu berangkat dengan riang gembira menukil sejuta harapan, kini pulang dengan kaki gontai penuh gemetaran. Ia menatap pilu halaman rumahnya. Secercah muncul keheranan, lampu depan di beranda masih menyala. “Ada tamu rupanya?” pikirnya. Gagang pintu dipegang, wooow… tak terkunci. Namun, tidak ada tamu yang menyaru. Ia pun langsung mempercepat langkah menuju pintu kamar ibunya.

Pelan-pelan ia ketok-ketok pintu kamar itu. Secepatnya pintu terbuka. Gadis pun bertanya, “Ibu apakah ada tamu?” Jawab ibu dalam kekagetan itu, “Tidak ada tamu kok. Setiap hari memang begitu.”

“Kok pintu gerbang terbuka dan pintu rumah tidak dikunci? Lampu juga tetap bernyala, Bu?” tanyanya dengan nada sedikit tinggi. Ibu itu berkata dengan lembut, “Anakku… Sejak Engkau pergi dari rumah ini, pintu tidak pernah aku kunci. Lampu selalu bernyala pada malam hari. Karena ibu tahu, kapan saja Engkau mau kembali pintu itu tetap terbuka untukmu. Rumah ini tetap Engkau punya. Ibu tahu bagaimana dirimu di seberang sana. Namun, ibu tetap mencintai Engkau, apapun dan bagaimanapun Engkau. Masuklah anakku… Aku bahagia Engkau pulang!” Mereka kemudian berpelukan erat dan menangis haru.


April 28, 2010

Negeri Para Bedebah

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

Karya: Adhie Massardi

April 07, 2010

Kisah Nyata : Penyesalan

Kisah nyata yang akan membuat setiap orang terharu setelah membacanya ini saya dapatkan dari sebuah notes di facebook bernama Rina Amalina. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua...
Saya memberanikan diri untuk sharing tulisan ini disini karena di notes tersebut tertulis :


Silahkan berbagi tulisan ini kepada saudara,teman,kerabat anda. Saya berharap pengalaman yg saya miliki dapat menjadi pelajaran bagi kita semua
jadi atas dasar itu saya mencoba untuk membantu sharing disini..


Semoga saja teman-teman juga berkenan untuk sharing di tempat lain dan tetap tanpa lupa etika dalam melakukan sharing terhadap tulisan orang lain adalah memberikan sumbernya.

Langsung saja :

Ini adalah kisah nyata di kehidupanku
Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada


Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku
Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku
Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.

Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku,tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.
Tapi kini aku tahu.
Semua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada.
Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya.
Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.
Dia berkata, “ setiap kali kami ajak dia makan siang,mas anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali,alasannya slalu tak jelas. Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, “ aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang.lalu bagaimana aku bisa makan siang.” Saat itu tertegun,aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”
Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.

Teringat akan amarahku pada suamiku,aku selalu mengatakan dia slalu menyibukkan diri pada pekerjaan,dia tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen2 pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi, “ perusahaan kecil CV.Anwar Sejahtera di bangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV.Anwar Sejahtera, melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian. Tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin,sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.”
Membaca itu,benar2 baru kusadari.betapa suamiku menyayangi putraku.betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.

Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “ ibu capai?istirahat dulu saja”
Dengan kasar kukatakan, “ ya jelas aku capai,semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak,urus cucian,masak,ayah tahunya ya pulang datang bersih.titik.”
Sungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.

Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya.tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku.
“pak kenapa cari klinik yang termurah?saya rasa bapak bisa berobat di tempat yg lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula”
Dan suamiku menjawab, “ tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.”
Tuhan..Maafkan hamba Tuhan,hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.

Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.
Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.
Banggalah pada suamimu,karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.
Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.
Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.
Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.
Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.

Teruntuk suamiku.
Maafkan aku sayang.
Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.
Aku bangga padamu,aku sayang padamu.

Istrimu
Rina

Silahkan berbagi tulisan ini kepada saudara,teman,kerabat anda. Saya berharap pengalaman yg saya miliki dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.
dan kepada Ibu Rina semoga lebih tabah
dan kepada Alm. Bpk. Anwar semoga diberikan tempat terbaik di surga
AMIN...

March 24, 2010

Perjuangan sang Gadis Maskot

Gadis MaskotTak ada kata yang lebih pas untuk manggambarkan perjuangan gadis ini, ” Salut dan Bangga”

Manusia mana yang tak ingin hidup enak, semua serba berkecukupan dan mendapatkan pekerjaan yang layak, tapi tidak semua manusia beruntung mendapatkan “satu paket” lengkap.

saat perempuan lain berlomba-lomba memamerkan baju merk rancangan terkenal, menghadiri pameran otomotif terbaru, dan juga menggesek uang plastiknya untuk membeli barang tercanggih. Tapi di sudut lain, ada gadis yang tak seberuntung mereka, yang hanya bisa memandang dan membayangkan, apa rasanya jadi mereka. dibalik kostum maskot yang tebal dan panas, dia tetap berjuang demi hidup.



Gadis Maskot


Gadis Maskot


Gadis Maskot



Siapa bilang sang gadis maskot tidak cantik, dia tidak kalah dengan perempuan pengunjung pameran, hanya nasibnya yang kurang beruntung.

Berjuanglah sang gadis maskot…semangat..
( aku banyak belajar dari darimu tentang perjuangan )

January 04, 2010

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan ???

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?

Apakah Tuhan menciptakan kejahatan ???

Ini adalah Kisah nyata...

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".


Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.


Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein....

December 08, 2009

Sekali Lagi, Kejujuran !!

Menarik menyimak isu yang belakangan ini ramai diperbincangkan di tengah-tengah masyarakat dan mendapat perhatian begitu luas oleh kalangan media cetak maupun elektronik yakni perseteruan diantara para penegak hukum kita di jajaran elit Lembaga Kepolisian, Kejaksaan dan KPK. Berbagai intrik dan polemik berkembang menjadi semacam karikatur yang tidak baik di tengah harapan masyarakat terhadap citra para penegak hukum di negeri ini.


Kejujuran barangkali menjadi kata yang begitu penting dalam setiap permasalahan yang melanda negeri ini, maraknya korupsi, kolusi dan berbagai pelanggaran yang merugikan negara dan menyengsarakan rakyat tidak lepas dari lemahnya komitmen para pemimpin kita terhadap amanah rakyat sehingga bujukan uang dan kekuasaan seringkali membuat silap dan lupa diri.

Sebenarnya kalau ditilik dari semangat, cita-cita dan tujuan dari pendidikan nasional kita sejatinya pendidikan bukan hanya ditujukan untuk melahirkan generasi yang cerdas, terampil serta memiliki pengetahuan yang tinggi tapi yang terpenting adalah sanggup membentuk karakter, kepribadian dan budi pekerti yang luhur sehingga kualitas dan martabat kita sebagai bangsa akan lebih meningkat.

Melalui berbagai kasus penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang yang kerap terjadi di negeri ini dan melibatkan banyak pihak entah itu di tingkat pengambil kebijakan, aparat penegak hukum maupun kalangan rakyat biasa sepertinya kita seakan disadarkan kembali akan pentingnya menanamkan nilai-nilai kejujuran pada anak-anak didik kita di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat lebih luas.

Pribadi yang jujur pada diri seseorang akan tercermin dari setiap sikap, tindakan dan pemikirannya yang lugas apa adanya, terbuka dan jauh dari prasangka, mudah menerima pendapat dan pandangan orang lain, bertanggungjawab, konsekuen, mau mengakui kesalahan dan siap untuk dikoreksi, selalu berkata benar sesuai dengan fakta, tidak berani melakukan perbuatan yang melanggar hukum atau melawan norma/agama, bersikap proporsional/adil, tidak melebih-lebihkan atau mendramatisir suatu permasalahan, tidak mudah terpengaruh tekanan, bujukan, rayuan atau iming-iming dengan tujuan tidak baik, tidak menuduh atau memberi kesaksian/keterangan palsu dengan mengatasnamakan orang lain, tidak melakukan perbuatan yang berakibat merugikan, mencemarkan atau berakibat hilangnya hak-hak orang lain, bersikap dan bertindak didasarkan atas dorongan hati nurani bukan emosional, ego pribadi atau pun kelompok.

Beberapa deskripsi di atas mungkin baru sebahagian kecil saja aspek kejujuran dalam lingkup pergaulan sehari-hari diantara sesama manusia yang sebenarnya bisa sangat luas dan komplek sangat bergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi masing-masing.

Faktanya berlaku jujur tidak selalu mudah bagi setiap orang dibutuhkan pembiasaan, keteguhan dan keberanian untuk menghadapi segala resiko bahkan yang terburuk sekalipun sehingga bisa dibayangkan betapa kejujuran itu sangat sulit dan amat mahal harganya. Namun percayalah orang yang jujur akan selalu dicari dan dibutuhkan orang karena tanpa kejujuran kebenaran akan sulit untuk bisa diungkap dan ditegakkan. Pertanyaannya, sudahkah kita berani berlaku jujur paling tidak pada diri sendiri?

October 01, 2009

Kecantikan Seorang Wanita

Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai. untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.

Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur. Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.

Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang.

Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta dia berikan. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

Bila Al-Qur'an Bisa Bicara

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu', aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu

Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan

Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....

Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia

Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku


Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu


Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah


Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.


Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya

Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.


Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.


Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu


Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui

Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.


Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu


Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

September 24, 2009

Waktu

jamWaktu itu selalu bergerak maju. Tak bernah berhenti, apalagi mundur. Ia berjalan dengan deret hitung dari detik ke detik secara konstan. Walau bergerak linear, tapi waktu berlalu begitu cepat.

Saat waktu bergerak dengan kecepatan konstan, amal saleh cendrung mundur, melambat dan tidak konsisten. Tak jarang, kebaikan hari ini sama dengan kemarin. Banyak pula kebaikan hari ini justru lebih buruk dari kemarin.


Pertumbuhan amal tak seirama dengan lajunya waktu. Baik secara kuantitas, kualitas maupun ragamnya. Amalan kerap tertinggal oleh waktu yang terus berputar. Akumulasi kebaikanpun selalu lebih kecil dari akumulasi waktu yang telah dijalani. Perbekalan akhirat pada akhirnya tak bertambah optimal.

Kenyataan ini menjadi kerugian besar karena kehilangan kebaikan di tengah waktu yang tak akan mungkin kembali. Kehilangan prestasi di tengah hidup yang tinggal sebentar.

Sesungguhnya, kecepatan teraihnya kesuksesan hidup dan melewati shirat (titian) di akhirat, bergantung pada kecepatan merespon amal. Ibnu Mas’ud menjelaskan, “Ada yang melewati shirat seperti kilatan petir, angina, burung, hingga berjalan diatas perutnya".

Manusia terakhir yang berjalan dengan perutnya bertanya kepada Allah SWT, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau melambankan aku?” Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Aku tidak melambankan kamu, karena sesungguhnya yang melambankan kamu adalah amalmu sendiri.”

Akhirnya umur hanya sebatas hitungan kuantitas waktu. Waktunya kosong dari aktivitas ilmu, ibadah dan amal. Waktunya banyak terbuang, menjerumuskan pada kesia-siaan hidup.

Ketidak harmonisan pertumbuhan amal denga sifat waktu, membuat manusia ditinggalkan oleh waktunya sendiri. Karena itu dibutuhkan kemauan besar dan kuat. Diperlukan juga aksi kecepatan dan konsistensi beramal untuk mengejar ketertinggalan.

“Berlomba-lombalah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS Alhadid [57]: 21)

@ abdoel malik @


September 06, 2009

Kebohongan-Kebohongan Ibu

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :”Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu !

Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.

Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan sekali lagi..

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

Sumber : http://neilhoja.blogspot.com/

September 03, 2009

Misteri Di balik Uang 20 Dollar Amerika

Lihatlah tragedi 911 ( 11 September ), saat gedung WTC hancur ditabrak 2 biji pesawat. Apakah semudah itu bangunan kuat berantakan? Jika anda lihat dengan jendela fisika, tentu tidak akan sampai begitu.

Bagaimana pula manusia bisa merekam kejadian tak terduga dari awal sampai leburnya bangunan tinggi itu? Tak mungkin manusia bisa menebak masa depan. Tapi masalah ini bukan masalah keberuntungan, tapi......

Semua jawabannya ada pada Dollar Amerika, kawan! Ingat, Dollar Amerika belum diubah sejak sekitar 450 tahun yang lalu. Dan Inilah bukti akuratnya!


Selembar uang 20 Dollar ( kalau ingin terbukti benar-benar, print saja )
klik pada gambar untuk memperbesar





Lihat pada gambar yang dilingkari

Gambar apa itu, kawan? Siapa bisa menebak? Itulah gambar imut pentagon dimasuki pesawat mabok atau kata lain pentagon setelah ditabrak pesawat.
[ Dollar Amerika belum diubah sejak 450 tahun yang lalu ]

Lihat gambar dibawah :

Persis bukan main.

Ada yang lain, terus saja ikuti gambar



Ada apa disana? Tidak sekedar jelas, tapi sangat jelas.
Itu almarhum gedung WTC . Untuk jelasnya lihat gambar ini:

[ Dollar Amerika belum diubah sejak 450 tahun yang lalu ]
Bagian kiri ditabrak Flight 175, dari United Airlines. Bagian kanan Flight 11, dari Amerika.Jadi semua ini hanya akal-akalan yang sudah direncanakan.

INFO : 911 (september 11) ->> 9 + 11 = 20 (Dollar)

Beralih pada uang 5 Dollar sebab tentu lungset uangnya.


Hebat! Saya benar-benar kagum pada orang yang mencari rahasia Amerika.

Dan dengan 10 dollar, ditemukan...

Sekarang kita pakai uang termahal kedua pada positing ini. 50 Dollar! Sekitar setengah juta rupiah!

Sangat detil ya? Tak lupa dengan asapnya.

Dan yang terpenting dari yang paling penting adalah kode pesawat Flight 11 yang menabrak WTC:

Q33NY


Copy Paste kode diatas di Ms. Word, diblok dan ganti font-nya dengan wingdings. akan tampak seperti ini:


Maksudnya PESAWAT ->> MENABRAK 2 BIJI GEDUNG ->> KORBAN MUNCUL ->> PELAKUNYA. Aku harap kau tak bingung dengan lambang itu.

"Begitu kejamnya sampai-sampai membuat rahasia sedetil itu. Semoga saja mereka jadi lebih mengerti"

@ abdoel malik @

August 09, 2009

Kearifan dibalik puasa

Dari kearifan berpuasa bahwasannya sebuah amal/perbuatan peribadahan kepada Allah,dimana seorang hamba berusaha mendekatkan diri kepada Tuhannya dengan meninggalkan hal-hal yang dia cintai dan hawa nafsunya,seperti makan,minum dan hubungan seksual. Jadi karena demikian, keimanan yang sebenarnya dan pemenuhan penghambaan dirinya kepada Allah menjadi nyata, sejalan dengan cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada apa yag telah Allah siapkan untuknya (kebaikan). Inilah sebab seseorang yang berpuasa tidak meninggalkan sesuatu yang dicintainya kecuali yang terbaik untuk dirinya yang lebih dari itu(dalam hal ini adalah Allah). Ketika orang yang beriman mengetahui bahwa Keridloan Allah terletak pada puasa-dalam hal ini meninggalkan hawa nafsunya yang merupakan keinginan alami dirinya-dia akan mengutamakan keridloan Tuhannya melebihi hawa nafsunya. Jadi dia akan meninggalkan hawa nafsunya tidak peduli seberapa kuatnya dan keinginannya untuk memenuhi hawa nafsunya itu, karena kesenangan dan ketenangan jiwanya terletak pada peninggalan dirinya pada semua itu hanya karena Allah.

Dan dari kearifan puasa adalah berarti mencapai taqwa sebagaimana Firman Allah: ”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Inilah sebab seseorang yang berpuasa diperintahkan untuk melakukan tugas kewajibannya dan menjauhi kemaksiatan.Nabi Saw Bersabda: ”Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, berbuat atas dasar hal itu(perkataan dusta) dan(bertindak) bodoh(dalam hal ini dosa/kemaksiatan), kemudian Allah tidak membutuhkan peninggalan dirinya terhadap makan dan minum.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari). Jadi ketika seseorang sedang berpuasa, ketika dimaki dan dizolimi, mengatakan: ”aku sedang berpuasa”, mengingatkannya (orang yang memaki) bahwa seseorang yang berpuasa diperintahkan agar menahan diri dari memaki dan mendzolimi, dan mengingatkan dirinya sendiri bahwa dia sedang berpuasa dan dilarang membalas dengan memaki.

Dan kearifan dibalik berpuasa adalah hati terbuka untuk perenungan dan mengingati (Allah). Hal ini adalah sebab pemenuhan hawa nafsu seseorang mengarah kepada ketidak pedulian dan mungkin hati menjadi keras dan tertutup dari kebenaran. Hal ini mengapa Nabi SAW menyarankan kepada kita untuk sedikit makan dan minum, dimana beliau Bersabda: ”Anak Adam jangan mengisi perutnya dengan keburukan.” [diriwayatkan oleh Ahmad,An-Nasa’i dan Ibnu Majah]

Dan dalam Shahih Muslim Handhala Al-usaidi (ra), yang merupakan salah satu juru tulis Utusan Allah,berkata kepada Rosululloh Saw: “Handhala telah menjadi orang munafik.” Lalu Rosululloh SAW bersabda: ”Mengapa demikian?” dia mengatakan: ”Wahai Utusan Allah, ketika kami bersama dengan anda, anda mengingatkan kami pada neraka dan syurga seolah-olah kami melihatnya dengan mata kepala kami sendiri. Tapi ketika kami pergi meninggalkn anda, kami bertemu istri kami dan anak-anak kami dan rumah kami dan kami lupa dengan hal itu (apa yang telah kami dengar dari anda).” Di akhir hadits, Nabi SAW Bersabda padanya: ”Tapi Wahai Handhala, disana ada sebuah waktu untuk ini dan sebuah waktu untuk itu (tiga kali).” Abu Sulaiman Al-Daroni mengingatkan: ”Tentu saja, ketika jiwa lapar dan haus, hati akan lembut dan menjadi murni. Dan ketika kenyang hati akan menjadi buta.

Dan dari kearifan dibalik puasa adalah ketika seseorang yang memiliki kekayaan yang disebabkan sadar akan berkah kekayaan yang Allah Limpahkan padanya, Termasuk bahwa Allah Memberkahinya dari makanan dan mnuman serta hubungan suami istrinya.banyak orang yang telah dicabut dari hal ini, Jadi dia akan Memuji Allah untuk berkah ini dan Bersyukur kepada-Nya atas seluruh berkah yang ada padanya. Dan dia akan mengingat saudaranya yang miskin dan mungkin melalui hari-harinya dengan menderita dan lapar. Jadi dia akan menjadi murah hati pada saudaranya dan memberikan kemurahan hatinya agar dia bisa memakai pakaian kesederhanaan dan menghilangkan rasa laparnya.

Dan dari kearifan dibalik puasa adalah latihan pengekangan jiwanya, dan puasa itu memberi seseorang kekuatan untuk menahan hawa nafsunya dengan cara pengekangan tersebut. Demikian bahwa seseorang bisa mengendalikan hawa nafsunya dan mengarahkannya kearah yang baik pada hasratnya dan apa yang membuatnya tenang. Hal ini karena hawa nafsu memerintahkan kepada seseorang pada keburukan, kecuali hawa nafsu yang dirahmati Tuhanku. Jadi ketika seseorang membuka dan membiarkan diri dari pengekangan, jiwanya akan meletakkan dirinya kedalam banyak bahaya. Tapi ketika dia mengendalikan hawa nafsu tersebut

Dan dari kearifan dibalik puasa adalah bahwa nafsu dipatahkan dan dibatasi dari kesombongan, mengarah kepada ketundukkan diri terhadap kebenaran dan kelembutan kepada makhluk. Karena makan, minum, berhubungan seksual dengan istri-semua hal itu membawa kira-kira kepada penolakan, merasa lebih dari yag lain, terlalu bangga terhadap apa yang dimilikinya dan kesombongan terhadap seseorang dan terhadap kebenaran.pemenuhan hawa nafsu dengan mencoba mendapatkan hal-hal tersebut karena hawa nafsu mebutuhkannya. Jadi ketika hawa nafsu membutuhkan hal-hal tersebut, jiwa serasa telah ditakhlukkan pada apa yang menjadi hasratnya dan lalu jiwa jatuh pada kebahagiaan dan kebanggaan yng dikutuk. Dan hal ini menyebabkan kehancuran pada diri sendiri. Hanya sebagian orang yang Allah Lindungi dan Jaga dari hal demikian itu.

Dan kearifan dibalik puasa adalah peredaran darah (di dalam tubuh) menjadi terbatas karena lapar dan haus, lalu sampai saat itu aliran setan didalam tubuh manusia juga menjadi lebih terbatas. Inilah sebabnya arus setan melewati anak adam bagaikan mengalirnya darah, sebagaimana riwayat asli dalam kumpulan dua shahih. Jadi dengan puasa, bisikan-bisikan setan tertakhlukan dan hawa nafsu seseorang serta kemarahan tertundukkan. Inilah mengapa Nabi (Saw) Bersabda: ”Wahai pemuda! Barangsiapa diantara kamu yang sudah mampu maka menikahlah, untuk menjaga pandangan dan jalan terbaik dalam menjaga kemaluan lebih suci. Tapi barangsiapa yang belum mampu menikah, maka berpuasalah, agar memilki penjagaan.

Dan kebijaksanaan dibalik berpuasa adalah manfaat kesehatan yang datang sebagai hasil dari puasa yang dicapai dari makan dalm porsi sedikit, mengizinkan organ pencernaan untuk istirahat dalam waktu tertentu, membiarkan kelebihan kotoran dan kotoran-kotoran tubuh yang berbahaya bagi badan akan terbuang.

Jadi betapa Besarnya dan Bijaksananya Allah,dan betapa bermanfatnya perintah-perintah-Nya bagi makhluk-makhluk-Nya

Ya Allah, Berikanlah kepada kami pemahaman terhadap agama-Mu, dan Izinkan kami untuk mengerti rahasia-rahasia terdalam dari Perintah-Perintah-Mu. Benahilah urusan agami kami dan kehidupan dunia kami. Dan Ampunilah kami dan orang tua kami serta semua orang-orang muslim, dengan Kasih Sayang-Mu, wahai Yang Maha Pengasih. Dan semoga salam dan berkah Allah atas Muhammad (SAW) dan seluruh keluarganya serta seluruh sahabatnya.

June 27, 2009

Ketika...

Ketika ku mohon kepada Allah kekuatan,
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat

Ketika ku mohon kepada Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku masalah untuk ku pecahkan

Ketika ku mohon kepada Allah kesejahteraan,
Allah memberiku akal untuk berfikir


Ketika ku mohon kepada Allah keberanian,
Allah memberiku kondisi bahaya untuk ku atasi

Ketika ku mohon kepada Allah sebuah cinta,
Allah memberiku orang-orang yang bermasalah untuk ku tolong

Ketika ku mohon kepada Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan

Aku tak pernah menerima apa yang ku pinta, tapi aku menerima segala yang aku butuhkan. Do'aku terjawab sudah...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Back to Top