Gambar-gambar di atas adalah karya Erik Johansson.
October 13, 2010
September 16, 2010
7 " Keajaiban Dunia "
Tembok Besar Cina, salah satu keajaiban dunia.
1. Piramida
2. Taj Mahal
3. Tembok Besar Cina
4. Kuil Ankor
5. Menara eiffel
6. Borobudur
7. Dll....
Ketika mengumpulkan daftar tujuh kejaiban dunia dari para siswa, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis kecil yang sangat pendiam, yang belum mengumpulkan tugasnya,lalu sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan tugasnya,
Gadis pendiam itu menjawab, “Yah sedikit, saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya”
Lalu sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki,dan mungkin kami bisa membantu memilihnya”
Gadis kecil itu ragu sejenak, kemudian membaca, saya fikir “7 Keajaiban Dunia” adalah :
1. Bisa melihat
2. Bisa mendengar
3. Bisa menyentuh
4. Bisa menyayangi
(Dia ragu sebentar,dan kemudian melanjutkan…)
5. Bisa merasakan
6. Bisa Tertawa
7. Dan bisa mencintai
Ruang kelas seketika sunyi, alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban”. Sementara kita lihat apa yang diberikan Tuhan kepada kita, kita lebih suka melihatnya sebagai hal yang “Biasa”, semoga pada hari ini kita dapat merenungkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan kita.
September 07, 2010
Ampuni aku, Tuhan...
wahai Tuhanku... aku sebetulnya tak layak masuk surgaMu
tapi... aku juga tak sanggup menahan amuk nerakaMu
karena itu mohon terima taubatku ampunan dosaku
sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun dosa-dosa besar
Dosa-dosaku bagaikan bilangan butir pasir
maka berilah smpunsn oh Tuhanku yang Maha Agung
Setiap hari umurku terus berkurang
sedangkan dosaku terus menggunung,
bagaimana aku menanggungkannya ?
wahai Tuhanku, hambamu yang pendosa ini
dengan bersimpuh kehadapanMu
mengakui segala dosaku
mengadu dan memohon kepadaMu
kalau Engkau ampuni itu
karena Engkau sajalah yang bisa mengampun
tapi kalau tidak, kepada siapa lagi
kami mohon ampun selain kepadaMu ?
dikutip dari novel Negeri 5 Menara
tapi... aku juga tak sanggup menahan amuk nerakaMu
karena itu mohon terima taubatku ampunan dosaku
sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun dosa-dosa besar
Dosa-dosaku bagaikan bilangan butir pasir
maka berilah smpunsn oh Tuhanku yang Maha Agung
Setiap hari umurku terus berkurang
sedangkan dosaku terus menggunung,
bagaimana aku menanggungkannya ?
wahai Tuhanku, hambamu yang pendosa ini
dengan bersimpuh kehadapanMu
mengakui segala dosaku
mengadu dan memohon kepadaMu
kalau Engkau ampuni itu
karena Engkau sajalah yang bisa mengampun
tapi kalau tidak, kepada siapa lagi
kami mohon ampun selain kepadaMu ?
dikutip dari novel Negeri 5 Menara
August 29, 2010
Mengalirlah Seperti Air

Air selalu berubah, namun di lain pihak, air tetaplah air.
Air tetap sama... hanyalah air.
Air tetaplah air, namun air berubah mengikuti hal lain, mengikuti wadahnya.
Gayanya sangat alami dan berirama, lembut dan halus, namun selalu berubah.
Bentuknya tidak pernah tetap, namun volumenya selalu sama.
Semua itu terjadi dengan sendirinya.
Air adalah simbol kehidupan yang alami, langkah yang alami. Air bukanlah benda yang dapat dipegang, namun zat yang berubah mengikuti alam sekitar... sebuah irama yang
mengalir.
Seperti air, kita harus berubah secara alami mengikuti bentuk kehidupan, dan tidak bertentangan dengan alam kehidupan, tidak memaksa dan tidak menolak alam kehidupan. Ikutilah irama kehidupan, berjalan dengan batin dan keyakinan, dan ketenangan.
Kekakuan tidak akan membawa kemenangan. Ranting yang kaku dan keras akan lebih mudah patah dibanding ranting yang lembut dan halus mengikuti angin. Namun air yang lembut dapat melubangi batu yang terkeras. Artinya, kelembutan dapat mengalahkan kekerasan. Amati saja air dan menyatulah ke dalamnya. Pelajari dan jadilah air.
Bermeditasilah bersamanya, lepaskan segalanya, kenangan masa lalu, masalah sekarang dan pikiran akan masa depan. Hilangkan semua itu Tenang dan mengalirlah bersama air.
Bangunlah dari tidur panjangmu, lalu nikmati keajaiban yang ada, lihatlah bunga-bunga, pepohonan, nyanyian anakanak di jalan, udara yang segar dan air yang terus mengalir.
Ketika segalanya menjadi rumit, berpikirlah seperti air dan bergeraklah seperti air.
Kembalilah ke titik awal kehidupan... berjalan dengan lembut mengikuti alam hingga kita mencapai titik akhir dari misteri kehidupan kita, yaitu kematian.... Dan sepanjang itu, jadilah air.
"Air. Jadilah air. Mengalirlah...."





