January 02, 2010

Proses Terjadinya Seorang Manusia

themysteryofpregnancy01.jpgBerikut ini beberapa seleksi fotografer Swedia bernama Lennart Nilsson. Dia terkenal dengan foto2 in vivo embrio manusia dan subjek-subjek kedokteran lainnya yang dulu dianggap tidak bisa diabadikan lewat foto.

Dia menggunakan sebuah endoskop untuk membuat gambar2 menakjubkan ini... Dalam seri foto ini, dia menguak semua rahasia bagaimana kehidupan berawal!!! Bukti keagungan Alloh SWT !!! Subhanallah!!!

Ini bukan ilustrasi, bukan pula hasil ilustrasi.. This is real!!!



themysteryofpregnancy01.jpg


Perjalanan panjang sperma menuju sel telur:
themysteryofpregnancy02.jpg
themysteryofpregnancy03.jpg

Sperma yang telah bersusah payah berenang siap membuahi sel telur..
themysteryofpregnancy04.jpg

Pembuahan:
themysteryofpregnancy05.jpg

Dinding rahim yang baru siap dibuahi:
themysteryofpregnancy06.jpg

Sel telur yang dibuahi menuju dinding rahim:
themysteryofpregnancy07.jpg
themysteryofpregnancy08.jpg

Embrio mulai terbentuk, disini yang terlihat adalah awal pembentukan kepala:
themysteryofpregnancy09.jpg

Sudah mulai berbentuk:
themysteryofpregnancy10.jpg
themysteryofpregnancy11.jpg
themysteryofpregnancy12.jpg
themysteryofpregnancy13.jpg
themysteryofpregnancy14.jpg
themysteryofpregnancy15.jpg
themysteryofpregnancy16.jpg
themysteryofpregnancy17.jpg
themysteryofpregnancy18.jpg
themysteryofpregnancy19.jpg
themysteryofpregnancy20.jpg
themysteryofpregnancy21.jpg

Manusia sempurna, yang siap berjuang melawan hidup…..
themysteryofpregnancy22.jpg

December 29, 2009

Bintik Matahari Mulai Terlihat

BANDUNG — Bintik matahari yang disebut sunspot 1035 mulai terlihat membesar, yaitu hingga berukuran tujuh kali planet Bumi.

Seperti dilaporkan di Space Weather News, sunspot ini telah mengembang cepat sejak terlihat pertama kali pada 14 Desember lalu. Jika kecenderungan ini terus berlanjut, maka 1035 menjadi sunspot terbesar tahun ini, bahkan tahun-tahun sebelumnya.


Seperti yang diungkapkan peneliti Lapan, Clara Yono Yatini, bintik hitam menjadi pertanda tingkat keaktifan matahari. Ketika masa aktif itu mencapai puncak, matahari dapat menimbulkan ledakan (corona mass ejection) yang dapat menghujani Bumi dengan partikel yang berpotensi mengganggu.

Sebelumnya, Lapan dan berbagai peneliti dunia telah memperkirakan bahwa masa puncak aktivitas matahari yang kini berada di siklus ke-24 ini akan terjadi pada rentang 2012-2013. Pada masa inilah diduga akan terjadi badai luar angkasa ekstrem akibat aktivitas matahari.

Masa puncak aktivitas di siklus terdahulu, yaitu ke-23 terjadi pada tahun 2003. Ketika itu, badai matahari dilaporkan sempat menimbulkan gangguan komunikasi.

December 25, 2009

Messi "Pemain Terbaik Dunia FIFA 2009"

ZURICH — Penyerang Barcelona, Lionel Messi, meraih gelar "Pemain Terbaik Dunia FIFA 2009". Ini menjadi puncak kesuksesan Messi bersama Barcelona selama 2009 ini. Messi adalah pemain Argentina pertama yang menerima penghargaan ini.


"Pertama-tama, aku ingin berterima kasih kepada para kolegaku yang telah memilih, karena menerima perhargaan ini merupakan kehormatan besar," kata Messi saat menerima anugerah itu, di Zurich, Selasa (22/12/2009) dini hari WIB.

"Menerima pengakuan dari kolega Anda dari berbagai tim nasional merupakan sesuatu yang indah. Aku ingin berterima kasih dan berbagi kebahagiaan ini dengan rekan timku. Ini adalah cara terbaik untuk mengakhiri tahun yang luar biasa, untuk Barcelona, teman-temanku, dan aku sendiri. Terima kasih banyak," lanjutnya.

Messi terpilih setelah mengantongi 1.073 poin. Perolehan ini jauh di atas Cristiano Ronaldo, yang menempati posisi kedua dengan 352 poin. Rekan klub Messi, Xavi dan Andres Iniesta, berada di tempat ketiga dan kelima dengan 196 dan 134 poin. Sementara itu, Ricardo Kaka berada di peringkat keempat dengan 190 poin.

Untuk kategori perempuan, gelar "Pemain Terbaik Dunia FIFA 2009" diraih oleh penyerang asal Brasil, Marta. Ini adalah penghargaan keempat yang diraihnya secara beruntun.

December 16, 2009

Waspada Hujan Sampah Antariksa pada 2012

BANDUNG — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengingatkan masyarakat akan bahaya akibat bakal maraknya sampah antariksa yang jatuh ke Bumi. Puncak potensi bahaya akibat sampah dari satelit yang tidak lagi terpakai ini terjadi pada 2012.


Hal itu diingatkan Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lapan, di dalam acara Press Tour yang diadakan Kamis (10/12/2009). Acara ini diikuti sejumlah wartawan dari sejumlah media cetak ataupun elektronik.

"Pada saat itu, atmosfer Bumi akan menjadi lebih padat akibat pengaruh aktivitas iradiasi matahari di saat siklus puncak. Dengan kian padat, ada hambatan bagi satelit dalam bergerak. Kecepatan menjadi semakin rendah dan lama-lama kehilangan gravitasi dan ketinggian sehingga akan mudah jatuh," tutur profesor riset di bidang astronomi Lapan ini.

Saat itu, lanjut Thomas, diperkirakan hampir setiap hari sampah berupa satelit akan jatuh ke permukaan Bumi. Pada kondisi normal, rata-rata hanya dua satelit atau pecahannya yang jatuh per pekannya. Adapun jumlah sampah antariksa ini bisa mencapai 13.000 dalam ukuran lebih dari 1 sentimeter.

"Namun, masyarakat jangan panik," katanya. Menurut dia, peluang sampah antariksa ini untuk mengenai manusia atau obyek yang dimiliki manusia sangat kecil.

"Secara keseluruhan, Bumi ini kan luas. Mayoritas seperti laut, gurun, dan hutan tidak berpenghuni. Jadi, peluangnya kecil," ucapnya.

Thomas memberi contoh, sebuah satelit rusak yang berada di atas langit Indonesia memiliki peluang yang sama untuk bisa jatuh di Indonesia ataupun Arab Saudi dalam rentang jarak yang cukup jauh, yaitu 1.000 kilometer. "Makanya, ini sulit diprediksi akan jatuh di mana," ucapnya.

Pada 2003, saat terjadi puncak aktivitas matahari, Indonesia dihujani sampah-sampah ini. Pecahan yang jatuh sampai ke tanah, antara lain, di Bengkulu dengan ukuran 80 x 120 cm. Satelit Berposax juga sempat melintas di Indonesia pada Mei 2003. Pecahan yang terbesar, berukuran manusia, yaitu sisa Roket Soyus dan Cosmos terjadi pada Maret 1981 di Bengkulu.

Pernah pula dilaporkan sampah ini menimpa sapi, lalu SPBU. Namun, ini bukan di Indonesia, tutur Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa. Wah!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Back to Top